21 July 2011

Pekerjaan

Bekerja adalah hal yang menyenangkan, ya kan?
Bisa bertemu banyak orang, berbagai karakter orang, diajarkan berbagai hal yang tidak pernah kita pelajari di sekolah maupun di kampus, menghadapi & menyelesaikan masalah..

"Semua orang adalah sama. Semua orang yang bekerja, pasti ada jeranya dalam hidup mereka. Tidak hanya kamu. Semua orang teruskan bekerja. Itulah makna dari bekerja untuk hidup ini.

Semua orang yang bekerja mempunyai hari-hari yang tidak menyenangkan dalam hidup mereka. Walau begitu, mereka tetap melanjutkan pekerjaan." #Bambino

"Saat sekolah, kita dibimbing orang lain. Sejak kecil, bangun pagi-pagi lalu ke sekolah. Ada perasaan pasrah. Lain lagi dengan kerja, karena itu pilihan profesi kita sendiri. Maksudnya, tidak ada yang memaksa kita. Malah saat kita mau berhenti kerja, tidak ada yang pedulikan kita. Tidak ada yang memarahimu. Semua ada di tangan kita sendiri." #Bambino

"Pria yang tidak fokus pada pekerjaan mereka, tidak berhak untuk membicarakan impian mereka" #Bambino


Nikmati pekerjaan itu, karena tidak selama nya kita dapat terus bekerja.
Rasanya ingin mencoba berbagai profesi yang ku sukai, sebelum akhirnya tujuan akhir tetap mempunyai sebuah usaha sendiri yang dapat berjalan, walaupun tidak kita jaga 24 jam.

Pekerjaan adalah batu loncatan untuk mencapai tujuan akhir.
S'moga dapat terwujud :)

11 July 2011

Mengapa Kaum Pria Merasa Dituduh

Mengapa Kaum Pria Merasa Dituduh
#From Mars & Venus together forever

Cukup lazim dalam konseling, seorang wanita akan menyampaikan perasaan-perasaannya dan pria akan merasa diserang dan dipersalahkan. Beginilah ceritanya :

Pria : "Kamu menuduh saya"
Wanita : "Tidak, saya tidak menuduh. Saya hanya mengutarakan perasaan-perasaan saya."
Pria : "Tetapi perasaan-perasaanmu mengatakan kepada saya bahwa kamu menuduh saya. Bila kamu mengatakan kamu merasa diabaikan, kamu mengatakan bahwa saya tidak memperhatikanmu. Bila kamu berkata bahwa kamu tidak merasa dicintai, kamu menuduh saya."
Wanita : "Tidak, saya tidak menuduhmu. Saya cuma mengatakan bagaimana perasaan saya. Saya tidak mengatakan sesuatupun tentang kamu."
Pria : "Kamu jelas mengatakannya! Sayalah satu-satunya orang yang kamu nikahi."
Wanita : "Saya tidak dapat bicara dneganmu."
Pria : "Nah, sekali lagi kamu menuduh saya karena perasaanmu."

Tanpa campur tangan tertentu, mereka akan terus bertengkar sampai mereka menyerah karena frustasi.

Kaum pria harus memahami apa yang sebetulnya terjadi didalam diri seorang wanita bila dia sepertinya menuduh. Pada sisi lain, wanita dapat membuat komunikasi jauh lebih mudah dengan menghargai mengapa pasangannya membayangkan bahwa dia sedang menuduhnya.

Sewaktu pria mulai memahami pemikiran dan proses perasaan wanita, mereka akan melihat bahwa dari sudut pandang kaum wanita, wanita sesungguhnya tidak menuduh kaum pria.

Selama bertahun-tahun saya tidak dapat memahami hal itu bilamana saya mendengarkan istri saya. Sungguh sulit untuk mengelak bila saya merasa terus-menerus dituduh. Sewaktu dia membagikan perasaan-perasaannya, saya akan merasakan suatu kebutuhan mendesak untuk bertengkar dengannya. Kemudian pada suatu hari semuanya berubah. Itu merupakan suatu kesadaran yang berlangsung sewaktu saya menemani istri saya berbelanja.

Sewaktu saya mengamati istri saya berbelanja, saya memperhatikan suatu perbedaan yang menyolok diantara kami. Kalau saya berbelanja, saya mencari apa yang saya inginkan, membelinya, dan keluar secepat mungkin, seperti seorang pemburu yang habis membunuh buruannya dan cepat-cepat pulang ke rumah dengan buruannya itu. Tetapi Bonnie sangat gembira sewaktu mencoba banyak baju.

Ketika pada akhirnya dia memasuki sebuah toko yang menarik hatinya, saya merasa lega dan dapat mengistirahatkan diri di sebuah kursi di dekat kamar pas. Dia sangat tertarik pada beberapa baju. Saya menjadi sangat tertarik karena bukan saja dia akan bahagia, kami pun akhirnya dapat pulang. Betapa kelirunya saya!

Bukannya membeli satu-dua baju dengan cepat, dia malah membutuhkan waktu lebih lama untuk mencoba pakaian itu satu demi satu supaya bisa merasakannya. Sewaktu dia melihat-lihat ke cermin, dia mengucapkan komentar-komentar seperti, "Yang satu ini kayaknya cocok deh. Ya, nggak? Tapi saya tidak yakin. Apakah ini sungguh-sungguh saya? Corak warnanya bagus. Saya sungguh menyukai panjangnya."

Akhirnya dia mengatakan, "Tidak, ini tidak cocok buat saya." Adegan ini diulangi untuk baju-baju yang lain, satu demi satu. Terkadang sebelum melepas yang satu dia akan berkata dengan tegas, "Saya menyukai yang satu ini."

Setelah begini selama empat puluh lima menit, kami pergi tanpa membeli apapun juga. Saya kaget, dia sama sekali tidak frustasi. Saya tak bisa membayangkan membuang begitu banyak waktu dan energi untuk berburu, kemudian pulang ke rumah dengan tangan kosong, dan masih merasa bahagia.

Mengapa Kaum Pria Bertengkar dengan Perasaan

Mengapa Kaum Pria Bertengkar dengan Perasaan
#From Mars & Venus together forever

Kaum pria menduga bahwa seorang wanita yang marah itu kaku dalam berpikir. Mereka tidak sadar bahwa pada saat semacam itu, manakala seorang wanita berbicara tentang perasaan-perasaannya dia tidak membuat kesimpulan-kesimpulan atau mengungkapkan pendapat-pendapat yang mantap.

"Apabila seorang wanita mengungkapkan emosi-emosi negatif, umumnya dia sedang dalam proses menemukan apa yang dirasakannya sebagai benar. Dia tidak mengungkapkan suatu fakta objektif."

Dia berbicara untuk "menemukan" tingkat perasaan-perasaan didalam dirinya sendiri---bukan untuk memberiukan deskripsi akurat tentang kenyataan objektif. Itulah yang dilakukan kaum pria. Sebaliknya, kaum wanita lebih menaruh perhatian pada menemukan serta melukiskan apa yang sedang berlangsung dalam dunia batin dan subjektifnya.

Kasus

Sementara itu, saya menunggu Bonnie untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan saya tentang apa yang menurut perasaannya harus kami beli sebagai pengganti komputer, tetapi dia masih berada di tengah-tengah proses menemukan perasaan-perasaan apa yang bergolak di hatinya. Pada akhirnya, dia berkata pada saya, "Bukan berarti saya sudah memikirkan semuanya ini. Ini hanyalah perasaan. Saya merasa kamu pasti mendapatkan apa yang kamu inginkan sedangkan saya belum tentu, saya dinomorduakan. Mungkin saya kesal karena kamu menginginkan jauh lebih banyak daripada yang saya inginkan. Kalau saya menginginkan sesuatu, keinginan saya itu tampaknya tidak begitu menggetarkan."

Saya menyadari bahwa, "Bukan berarti saya sudah memikirkan segalanya" berarti dia masih bicara tentang perasaannya, bukan fakta. Tetapi bahkan dengan bantuannya, saya masih berusaha mengelak dan menghindar dari perasaan dikritik dan diremehkan. Di dalam hati, saya amat marah.

"Bagaimana mungkin kamu mengatakan dinomorduakan?" tanya saya secara diam-diam. Saya melakukan begitu banyak hal demi kamu. Saya bekerja keras agar kamu dapat mempunyai apa saja yang kamu inginkan. Betapa beraninya kamu mengatakan bahwa kamu tidak penting bagi saya! Meskipun hal-hal ini merupakan perasaan saya yang terdalam, saya sepenuhnya sadar betapa buruknya mengungkapkan perasaan-perasaan itu.

Seandainya saya harus "mengatakan kepadanya apa yang saya pikirkan tentang dia", itu hanya akan merupakan usaha untuk meyakinkan dia bahwa dia keliru atau berlaku tidak adil. Saya akan hanya berhasil dalam menyangkal perasaannya dan menegaskan keraguan dan kecurigaannya.

Tetapi dengan mendengarkan tanpa menyerangnya, saya memberinya waktu dan kesempatan untuk lebih banyak bicara, untuk mengingat hal-hal baik tentang diri saya, dan membiarkan komentar-komentar negatif itu hilang dengan sendirinya. Walaupun saya marah, saya yakin dia akan segera tenang.

Apabila seorang wanita mempunya kesempatan untuk membagikan perasaannya dengan bebas, dia mulai merasa lebih penuh kasih sayang. Terkadang dia mungkin menyadari betapa salah, tidak tepat, atau tidak adilnya pernyataan-pernyataannya, tetapi sering kali dia melupakan begitu saja pernyataan-pernyataan tersebut sewaktu dia mulai melihat segala sesuatunya dari sudut pandang yang lebih penuh kasih sayang.

Sulit bagi pria untuk segera menyadari perubahan suasana hati ini karena hal tersebut asing bagi kodrat mereka dan mereka sungguh tidak dapat membayangkannya. Apabila seorang pria marah, dia cenderung tetap marah kecuali orang tersebut sepakat dengannya dalam hal-hal penting atau sampai dia dapat menemukan suatu pemecahan. Mendengarkan pria itu sungguh-sungguh dan menggangguk-anggukkan kepala Anda sebagai tanda simpati tidaklah cukup bila dia betul-betul marah.

Setelah seorang wanita menyampaikan suatu perasaan negatif, pria secara keliru mengganggap hal itu sebagai kesimpulannya yang "final" dan berpikir bahwa wanita itu menuduhnya. Dia tidak tahu bahwa perasaan-perasaan wanita akan berubah bila dia sekadar membiarkan dia untuk mengungkapkannya.


"Kalau wanita tidak mau bicara, biasanya karena mereka merasa tidak aman, tidak merasakan perhatian Anda, atau merasa bahwa Anda tidak mau memahaminya. Perlawanan ini hanya dapat diatasi dengan bertahan secara lembut"

02 June 2011

Anak kecil memang mudah menangis yah


Seperti biasa, hari ini saya mengajar private pelajaran anak SD.
Murid saya kelas 1 SD dan kelas 3 SD.
Keduanya anak laki-laki yang masih imut-imut.
Ketika sedang menulis, anak yang kelas 1 SD ini menulis melewati garis (berantakan sekali, tidak seperti biasanya)
Spontan saya menegurnya, dan berkata :
Saya : "Hayoo, koq tulisannya lewat garis, dan tidak rapi... Yuk di hapus, rapiin.."
1SD : "Gak mau, uda rapi koq"
Saya : "Lewat garis gitu koq..Di hapus yah..."
1SD : "Gak mau, gak mau, gak mau... "

Tiba-tiba anak itu menangis.... (_ _")
Padahal tidak di jewer, tidak di marahi, hanya di tegur halus supaya menghapus... >__<

Sejak kecil, anak tidak boleh di manjakan. nanti kebiasaan semua hal harus di turuti. Kenyataannya, ketika menginjak dewasa, tidak segala hal dapat berjalan lancar. Dan terkadang kita perlu intropeksi diri dan mengikuti nasehat oranglain. Karena menangis tidak akan menyelesaikan masalah, apalagi anak laki-laki kan harus tegar. Hehehe... Tapi karna masih kecil, mari kita maklumi saja :)

Moga next time, dia ga nangis lagi yah....


MeMbeR FuDoRinRinFu~